Siapa yang tidak merinding atau bahkan menjerit saat sosok Sadako merangkak keluar dari televisi, atau hantu Kayako dari tangga. Hantu-hantu dalam film horor Jepang memang selalu sukses membuat para penontonnya ketakutan.

Tidak hanya Sadako dan Kayako, ternyata masih banyak karakter dalam film horor Jepang yang tidak kalah menakutkan. Misalnya saja Teke-Teke, Hikiko, dan Kuchisake-onna, dan ternyata semua hantu ini bukan rekaan semata saja. Meskipun kisa mereka di dlam fil hororsudah di moidifikasi dempi kepentingan hiburan, namun legenda tentang mereaka benar-benar ada dan tidak kalah menyeramkan.

1. Hikiko
Jika kalian pernah menonton film animasi 3D yang berjudul Hikiko, mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan sosok hantu yan gdiceritakan didalamnya. Hikiko bercerita tentang hantu gdis cilik yang semasa hidupnya selalu disiksa. Setelah meninggal dia kembali sebagai sosok hantu yang kerap memburu murid-murid sekolah. Jika dilihat dari kejauhan Hikiko tampak sedang menyeret boneka. Tetapi bila didekati ternyata mayat manusia yang diseretnya.

Menurut legenda, Hikiko selalu manjadi korban penindasan baik orangtua maupun teman-teman di sekolahnya. Karena penyiksaan yang sering dialaminya tubuh Hikiko memeiliki banyak cacat. suatu saat penyiksaan yang dialaminya membaut nyawa Hikiko melayang. hantunya kerap mencari korban, menyeret mereka sepanjang jalan hingga tubuhnya tercerai-berai.

2. Teke-Teke
Teke-teke merupakan film horor besutan Koji Shiraishi pada tahun 2009 yang menceritakan tentang seklompok murid SMA yang mencoba memecahkan misteri hantu teke-teke.

Teke-teke juga termasuk cerita hantu yang paling sering diperbincangkan di Jepang. Konon dia adalah hantu seorang wanita yang mati mengenaskan disebuah stasiun kereat di Hokkaido. Si wanita terjatuh dia tas rel kereta dan tubuh bagian bawahnya terlindas kerata. Arwahnya yang penasaran lantas menghantui seluruh kota untuk mencari bagian tubuhnya yang hilang.

hantu ini digambarkan merangkak dengan kedua tangannya yang seperti cakar. Suara kertakan yang muncul dari rangkanya terdengar seperti kata 'teke-teke'. Sementara bagian pinggang hingga kakinya lenyap, membuat siapa saja yang melihatnya sangat ketakutan setengah mati.

3. Sadako
Sebenarnya Sadako memang hanya karekter rekaan novelis Koji Suzuki. namun karakter ini memang diadatasi dari berbagai onryo, hantu pembalas dendam yang dikenal dilegenda-legenda. Salah satu inspirasinya adalah Bancho Sarayashiki yang menceritakan tentang riwayat mengenaskan Okiku.

Sama Seperti Sadako, Okiku juga dibunuh dan dileparkan ke dalam sumur. Sampai saat ini sumur tempat jenazahnya dibuang di Puri Himeji masih ada. Menurut salah satu versi cerita , Okiku adalah pelayan yang merusak atau menghilangkan satu dari sepuluh pusaka milik tuannya. Sejak kematiannya, setiap malam terdengar suara Okiku yang meratap sambil menghitung pusaka dari dalam sumur.

Begitu sampai ke angka sembilan, suaranya berubah menjadi tangisan memilukan. Kabarnya arwah Okiku baru bisa ditenangkan jika dari atas ada orang yang berteriak 'sepuluh' untuk melengkapi hitungannya.

4. Kayako
Sama seperti Sadako, roh Kayako yang menghantui fil Ju-on: The Grudge juga hanya rekaan. kisahnya terinspirasi dari legenda Yotsuya Kaidan.

Kalau Kayako disiksa hingga tewas oleh suaminya yang sangat pencembutu, Yotsuya Kaidan menceritakan tentang Aiwa. Oiwa adlah istri yang sangat setia mengabdi kepada suaminya, Tamiya Iemon. Iemon yang kehilangan status sebagai samurai harus bekerja serabutan demi menyambung hidup. Karena muak dengan hidupnya yang kini kesulitan, dia mulai membenci sang istri. Karena kepincut dengan cucu tetangganya yang kaya raya, Iemon meracuni Oiwa agar bisa menikah lagi. RAcun tersebut membuat tubuh Oiwa cacat dan dia mati dalam kondisi yang mengenaskan.

Di hari pernikahan Iemon, hantu Oiwa menuntut balas dendam .Ketika Iemon membuka cadar istri barunya, yang terlihat adalah wajah rusak Oiawa. Merasa ketakutan, Iemon memenggal istri dan mertuanya, dan akhirnya Iemon tewas di tangan saudara lelaki Oiwa.

Kisa Aiwa diadaptasi menjadi drama kabuki yang masih dipentaskan hingga saat ini.

5.Toire no Hanako-san
Ada dua film yang menceritakan tentang Hanako si hantu toilet. Film pertama adalah School Mystery yang dirilis di tahun 1995. Sementara filmlainnya adalah Toire no Hanako-san
di tahun 1998.

Kedua film tersebut bercerita tentang Hanako, hantu gadis cilik yang kerap muncul di toilet ketiga lantai tiga sebuah gedung sekolah tua. Hanako digambarkan sebagai seorang gadis cilik dengan rambut pendek dan mengenakan rok merah.

Menurut legenda, Hanako terbunuh saat serangan udara pada zaman Perang Dunia II. Versi lainnya menyebutkan Hanako dibunuh oleh predator seksual yang mendapatinya bersembunyi di dalam toilet. Kisah Hanako sangat populer di tahun 1980-an dan masih sering terdengar hingga saat ini.

6. Kuchisake-onna
hantu Jepang terakhir yag akan dibahas adlah Kuchisake-onna. Dia merupakan hantu wanita cantik yang tewas terbunuh dengan mulut sobek. Arwahnya bergentayangan sebagai sosok wanita misterius dengan mulut tertutup masker, kipas, atau scarf. Dia akan bertanya kepad calon korbannya, "apakah aku cantik?"
Jika dijawab iya, Kuchisake-onna akan membuka masker dan memperlihatkan mulutnya yang soberk dari ujung telinga kiri hingga telinga kanan. Setelah itu dia akan bertanya lagi, "Bagaimana kalu sekarang?" jika dijawab iya, Kuchisake-onna akan mengoyak mulut korbannya dengan gunting atau pisau agar mirip dengan dirinya.

Rumor tentang Kuchisake-onna berkembang pada masa Heian. Kuchisake-onna diyakini sebagai istri seorang samurai yang dibunuh karena ketahuan berselingkuh. Dikuasai amarah, sang suami yang seorang samurai merobek mulut istrinya yang cantik dengan pedang dan berkata, "Sekarang siapa yang akan menyebutmu cantik?"

Rumor mengenai Kuchisake-onna kembali merebak di Prefektur Nagasaki pada tahun 1979 dan sempat menyebabkan kepanikan warga. Sejumlah sekolah mewajibkan murid-muridnya pulang kerumah berkelompok dengan didampingi guru atau orangtua karena muncul beberpa laporan kepada polisi mengenai seorang wanita bermasker yang kerap mengejar anak-anak sekolah.